From Zero To Hero

12 Jul 2010

Lagi-lagi SMAN 11 Garut menunjukkan siswa kebanggaanya. Tiga orang dari sekian ratus siswa SMAN 11 Garut berhasil menjadi Duta Pelajar Perwakilan Jawa Barat Tingkat Nasional.

Tersebutlah Indah Maya Mulyasari dari kelas XI IPS 1 yang sekarang duduk di kelas XII IPS 1, Irma Rizki dari kelas XI IPA 7 yang sekarang duduk di kelas XII IPA 7 dan Buang Fachrooz Ramadhan dari kelas XI IPA 4 yang sekarang duduk di kelas XII IPA 4, pada pertengahan bulan Mei 2010 lalu berangkat ke Jakarta untuk melakukan seleksi nasional untuk dijadikan sebagai delegasi. Seleksi yang diikuti oleh ratusan pelajar se-Indonesia tersebut terdiri atas membuat essay tentang pengetahuan umum. Alhasil, setelah menempuh seleksi tersebut dengan baik dan disertai dengan doa dan harapan, akhirnya hanya ada 205 siswa yang lolos seleksi dari 24 Provinsi dan diantaranya perwakilan dari SMAN 11 Garut berhasil lolos menjadi Delegasi/Duta Pelajar sebagai perwakilan Jawa Barat Tingkat Nasional.

Indah Maya Mulyasari, yang akrab dipanggil Teh Indah, mengungkapkan perasaan senangnya kepada kami saat diwawancarai. Bagaimana tidak, ia telah berhasil membawa nama baik kota Garut dengan terpilihnya sebagai team Perumus. Bayangkan saja, dari 205 siswa, hanya 25 yang termasuk team Perumus dan Alhamdulillah saya termasuk ke dalamnya. Dan dari situlah nama Garut begitu mem-booming di para siswa. Tuturnya kepada kami. Teh Indah juga menjelaskan bahwa team Perumus adalah sekelompok siswa pilihan yang bertugas untuk merumuskan atau menyimpulkan hasil diskusi untuk kegiatan FOR selanjutnya.

berfoto bersama perwakilan dari Menteri Perhubungan (sumber: dokumentasi narasumber)

berfoto bersama perwakilan dari Menteri Perhubungan (sumber: dokumentasi narasumber)

Lain halnya dengan Buang Fachrooz Ramadhan yang kerap dipanggil Kang Buang. Ia mengungkapkan perasaannya yang tak jauh berbeda dengan Teh Indah. Rasanya seneng banget bisa ketemu dan berteman dengan anak-anak se-Indonesia. Selain itu, acara tersebut juga bisa menambah pengalaman, bisa saling bertukar pikiran dan yang pasti lebih mengenal kebudayaan dari setiap daerah, jelas Buang.

37655_1374500642024_1217060782_31011996_3395738_n

(sumber: dokumentasi narasumber)

37655_1374500562022_1217060782_31011994_3911477_n1

Teh Indah dan Irma saat di Mabes POLRI (sumber: dokumentasi narasumber

Berkunjung ke Museum Nasional (sumber: dokumentasi narasumber)

Berkunjung ke Museum Nasional (sumber: dokumentasi narasumber)

berkumpul bersama para peserta lain (sumber: dokumentasi narasumber)

berkumpul bersama para peserta lain (sumber: dokumentasi narasumber)

Saat ditanya lagi mengenai kegiatan para Duta Pelajar ini, keduanya menjelaskan bahwa pada tanggal 5 11 Juli yang lalu, mereka diundang ke Jakarta untuk melakukan berbagai kunjungan dan dialog bersama para tokoh. Diantaranya kunjungan ke Museum Nasional, Kota Tua, kantor RRI, Mabes POLRI, Millennium Development dan ke Pendopo Jakarta. Selain itu juga mereka melakukan dialog bersama Menteri Perdagangan, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, BPNP2TKI, Menkop UKM, Manager 1 milyar dan tokoh perempuan Indonesia. Dan salah satu syarat yang harus dipenuhi peserta yaitu menampilkan seni budaya dari daerah masing-masing. Teh Indah dan Buang mengeluarkan suara emas mereka lewat kawih Sunda, sedangkan Irma menampilkan tari Merak. Selama kurang lebih satu minggu mereka menginap di Graha Wisata Kuningan, Jakarta Pusat.


Dari kiri ke kanan: Kang Buang, Irma Rizki dan Teh Indah (sumber: dokuentasi narasumber)

Dari kiri ke kanan: Kang Buang, Irma Rizki dan Teh Indah (sumber: dokuentasi narasumber)

Saat kami berbincang dengan Irma, ia juga tak ketinggalan menyalurkan ekspresinya. “Kalau pas nari sih yang pasti deg-degan karena kita akan memperkenalkan budaya dari Jawa Barat ke Tingkat Nasional, tapi karena dibawa enjoy, alhamdulillah narinya lancar :D” Saat kami bertanya tentang kesan menjadi salah seorang Delegasi perwakilan Jawa Barat di Tingkat Nasional, ia juga mengungkapkan, “selama di Jakarta kita bisa sharing sama pelajar-pelajar lain tentang banyak hal, bisa membuka wawasan baru, dapat bahasa dan kebudayaan baru. Dan yang paling penting sih kita bisa tahu fungsi pelajar yang sebenarnya itu kaya gimana.”

Tidak lupa di penghujung wawancara kami, Teh Indah dan Kang Buang juga mempunyai pesan kepada siswa lain, khususnya siswa SMAN 11 Garut. Untuk teman-teman SMAN 11 Garut, mudah-mudahan bisa melanjutkan kami di forum ini dan bisa menyuarakan aspirasi sehingga pelajar bisa menyatukan aksi untuk negeri. Dan mudah-mudahan perwakilan siswa SMAN 11 Garut tahun depan bisa lebih baik lagi. Amiin. Tutur Teh Indah dan Kang Buang.

Hebat sekali kan? Mereka yang tadinya bukan siapa-siapa bahkan tidak dikenal masyarakat banyak, sekarang menjadi salah satu siswa berprestasi yang memiliki peran penting di kalangan para pelajar. Mereka telah membuktikan bahwa dengan bermodalkan pengetahuan dan wawasan yang luas mampu mengubah hidup mereka. Seperti peribahasa from zero to hero dan mereka mampu membuktikan itu.

Well, buat para Sobat pembaca yang ingin seperti mereka, mulailah dari sekarang memperluas pengetahuan dengan cara membaca. Dengan membaca jendela dunia akan terbuka. Ingat pula pepatah buku adalah gudangnya ilmu, membaca kuncinya. Dan teruslah bersemangat untuk terus menggapai cita-cita :)


TAGS SMAN 11 GARUT prestasi SMAN 11 GARUT


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post