Berawal dari Kesuksesan

6 Apr 2010

logosman11
Sederhana. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan Bapak Drs. Suhendi Mardani, M. Pd, yang tak lain adalah Kepala SMAN 11 Garut. Kesuksesannya dalam berkarier tak menjadikannya gelap mata, bahkan bapak dari dua orang anak ini tak pernah menyangka dirinya sebagai seorang yang sukses. Sungguh sebuah perilaku yang mencerminkan kerendahan hati.

Bapak Suhendi merupakan anak ke-2 dari delapan bersaudara. Sejak kecil, beliau telah dididik dengan disiplin yang tinggi oleh ayahnya. Selain disiplin, beliau juga diajarkan untuk hidup sederhana meskipun kehidupannya dikatakan mapan pada waktu itu.

Ia mengecap pendidikan pertama kali di SD Ranggalawe Garut. Setelah menyelesaikan sekolah dasarnya di tahun 1967, beliau melanjutkan pendidikannya ke SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) dan meneruskan pendidikannya ke SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas). Lulus dari SMEA, beliau mendapatkan tunjangan ikatan dinas untuk melanjutkan pendidikan tingkat satu di perguruan tinggi PGSLP YD dan lulus tahun 1979.

Pada tahun 1979, beliau diangkat menjadi guru SMP di daerah Cisewu, Garut. Dari gajinya sebagai seorang guru, beliau kembali melanjutkan pendidikannya di IKIP Bandung hingga mendapat gelar sarjana pada tahun 1990. Setelah menyelesaikan gelas sarjana, beliau ditugaskan kembali untuk mengajar di SMA Cisewu, Garut hingga tahun 1995, kemudian beliau dipindahtugaskan untuk mengajar di SMA Cisurupan hingga tahun 2003. Bersamaan dengan itu, beliau melanjutkan kembali pendidikan S2 di UNIGAL Ciamis dan lulus pada tahun 2004. Setelah selesai mengecap pendidikan S2, beliau diangkat sebagai Kepala sekolah SMAN 1 Pameungpeuk sampai dengan tahun 2003, lalu pindah ke SMAN 1 Karangpawitan hingga tahun 2008 dan kemudian dipindahkan menjadi kepala sekolah di SMAN 1 Garut yang menjadi SMAN 11 Garut tertanggal 1 April 2008 hingga sekarang.

Menjadi seorang guru atau kepala sekolah sama sekali tak pernah terbayangkan oleh beliau, selain tidak ada keturunan seorang guru, beliau tak pernah bermimpi untuk menjadi seorang kepala sekolah.
Beliau tetap bersyukur dengan apa yang telah didapat sekarang. Baginya yang terpenting adalah menjadi kebanggaan bagi keluarga dan orang-orang sekitarnya itu sudah lebih dari cukup.

Hidup dalam kesederhanaan telah menjadi prinsip hidupnya, baginya sederhana adalah kunci hidup sukses. Sederhana juga menurutnya merupakan tanda dari kebijaksanaan.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post